Mediator keotentikan sebuah berita

Telah maklum bahwa yang namanya berita belum bisa dipercaya kebenaranya sebelum berita tsb diperkuat dengan bukti otentik dan akurat. Dengan adanya bukti tersebut keadaan berita bisa dipegang oleh kedua belah tangan dan bisa diakui kebenaranya oleh hati nurani dan pikiran. Untuk lebih jauh melangkah kesana, sebelumnya kita perlu memperhatikan nilai-nilai yang terdapat dalam berita itu agar semua pengakuan atau penolakan yang dilemparkan dari pihak luar mampu untuk kita hadapi. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagai mana cara memperhatikan dan mengetahui nilai kebenaran sebuah berita? Di sini saya akan menjawab pertanyaan itu dengan tiga jawaban. 1. Membalikan fakta. Artinya, nilai dari sebuah berita baik itu benar ataupun salah keduanya bisa diputar balik kenyataannya. Jika berita itu benar adanya, dalam arti kata jika berita itu memang fakta yang bisa dibuktikan maka berita itu bisa disulap menjadi sebuah omong kosong yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, ataupun sebaliknya. Contoh : "Hari ini kota Bandung diguyur dengan derasnya hujan sehingga menyebabkan terjadinya banjir" itu bisa dinegasiasi dengan ungkapan "Hari ini kota Bandung tidak diguyur hujan sehingga banjirpun tidak terjadi". 2. Memberikan sebuah perkiraan atau dugaan lain. Jawaban ke-dua ini merupakan langkah ke-dua setelah melakukan tatacara jawaban di atas. Memberikan sebuah perkiraan atau dugaan lain terhadap sebuah berita adalah cara termudah dalam mengobservasi suatu perkara. Cara tersebut pula adalah bentuk analisis muslihat yang dapat melumpuhkan massa. Dugaan ini merupakan bentuk sebuah pemikiran yang bersifat partikural, bukan merupakan pemikiran yang bersifat gelobal dan universal. 3. Menukar balikan kedua bagian term yang terdiri antara subjek dan predikat. Artinya subjek diposisikan dalam tempat objek, dan sebaliknya posisi objek ditukar dengan subjek dengan catatan nilai yang terkandung dalam berita itu tidak berubah, jika benar tetap benar dan jika salah tetap salah. Itulah tiga jawaban saya yang semoga membuat anda tercengang dalam kebingungan. Percayalah saya tidak ingin membuat anda bingung, yang saya ingin anda dapat mengerti maksud postingan ini.

No comments:

Post a Comment